Belakangan ini, hampir semua produsen merilis mobil dengan dilengkapi rem ABS. Tak terkecuali untuk jenis SUV yang notabene dikondisikan sebagai mobil serba-bisa. Sebab, mobil jenis ini wajib melaju dengan lancar ketika melintasi tanjakan maupun turunan curam. Untuk mengetahui alasan di balik adanya rem ABS, silakan simak uraian berikut ini.

Untuk Menghindari Terjadinya Kecelakaan

ABS atau anti-lock brake system tergolong fitur canggih dan bersifat preventif. Berkat sensor yang terpasang pada roda, maka pada kondisi tertentu akan berhenti dan mengerem otomatis. Tapi, biarpun sangat pakem, fitur ABS tidak mengunci pengereman sampai 100% kok. Artinya, kontrol masih ada pada Anda. Fitur ini hanya untuk mencegah terjadinya tabrakan.

Untuk Beradaptasi dengan Kebutuhan Zaman

Sudah banyak mobil yang menggunakan fitur canggih dan terkomputerisasi dengan baik. Jadi, masing-masing produsen mesti bergerak cepat dalam berinovasi. Rem ABS contohnya. Meski rilis belum lama, tapi sekarang sudah hampir diterapkan di semua mobil. Ke depannya, pasti terjadi perubahan lagi yang lebih kompleks sesuai perkembangan zaman.

Dunia teknologi mengalami perubahan yang sangat pesat dari waktu ke waktu. Akibatnya, banyak produsen mobil yang berguguran karena kalah saing dalam hal inovasi. Salah satu yang bertahan hingga saat ini dengan jenis mobil SUV adalah Toyota. Perusahaan tersebut selalu adaptif saat menyikapi berbagai kebutuhan masyarakat.

Mobil Perlu Kontrol yang Baik saat Dikemudikan

Sudah berapa banyak kecelakaan terjadi akibat tabrakan? Ironisnya, sesaat sebelum kecelakaan terjadi, si pengemudi merasa gagap. Akhirnya tanpa sadar malah mengegas, alih-alih direm. Hal tersebut terjadi karena kontrol atau handling yang kurang bagus. PR yang cukup besar untuk setiap produsen mobil yang berkiprah di Tanah Air.

Untuk mencegah hal itu, pihak produsen pun beramai-ramai memasang fitur rem ABS ke setiap unit mobilnya. Namun, cara kerja fitur ini bukan sekonyong-konyong mengambil alih secara otomatis saat pengendara panik ataupun hilang kendali. Berhubung sifatnya sebagai “bantuan” atau assist, tentu baru berfungsi setelah Anda mengaktifkannya lebih dulu.

Memudahkan Proses Pengereman saat Berkendara

Bukankah kalau mau ngerem tinggal injak saja? Tidak begitu. Saat mengerem mobil itu ada teknik khususnya. Semua mesti dijalani secara bertahap. Mulai dari cepat, agak cepat, agak lambat, sampai lambat. Bukan dari cepat langsung berhenti begitu saja. Nanti malah berbahaya untuk para penumpang karena bisa menimbulkan kepanikan.

Rem ABS ini aktif, mobil tetap meluncur, hanya saja bagian ban akan berhenti berputar. Kalau dalam istilah umum, namanya ban selip atau terkunci. Tapi tidak membuat pengemudi kehilangan kendali. Soalnya proses berhentinya putaran ban terjadi lebih lambat daripada sekadar fenomena ban selip. Artinya, stabilitas mobil tetap terjaga.

Sebagai Pijakan untuk Pengembangan Sistem yang Lebih Kompleks

Penemuan rem ABS saja sudah cukup menggemparkan dunia otomotif. Sebab, sebelum itu, belum ada dalam sejarah per-mobil-an yang menerapkan fitur serupa. Adanya rem ABS difungsikan sebagai dasar atau landasan untuk menciptakan fitur lain yang lebih kompleks. Terbukti, kini sudah dilengkapi dengan EBD atau electronic brake-force distribution.

Lainnya ada brake assist yang fungsinya sangat vital untuk menjaga kontrol mobil agar selalu stabil. Jadi, tingkat keselamatan para pengendara bisa lebih terjamin. Ke depannya lagi pasti muncul fitur baru yang turut melengkapi adanya rem ABS ini.

Apakah mobil Anda sudah dilengkapi dengan rem ABS? Kalau belum, silakan upgrade dulu, ya. Sebab, manfaatnya begitu terasa di sepanjang perjalanan. Baik untuk perjalanan jarak jauh maupun jarak dekat. Apalagi untuk Anda yang sehari-harinya melintasi jalanan kota. Saat ini, semua mobil SUV terbaru sudah dilengkapi dengan rem ABS.